Kepada Kawan

Awan melintang menyusup langit-langit lapis tujuh.

Apakah bekalmu mengejar  – Sejarah Perkembangan Masyarakat-.

Duniamu ini duniaku

Pinggir-pinggir dan lambung-lambung jurang kehidupan

Gali angkutlah dan pampatkan

Pengeboran laut susu

Kencana bergemuruh

Bukan engkau pemilik bahagianya

Kebutuhan ini ditebus, matiku dan matimu

Terimalah dengan tabah akupun begitu (lagi…)

Aku Bukan Siapa-siapa

DiMAnA Ia,…..MeREka,….YaNg lalu LalaNG TaDi,…..
siNggaH t

Senandung Wajah

Solek

Adi diSiNi,….

InI PERtanYAan SedERhaNa,…..
SEmUa BerTAnya KePaDAku,….
“suDahLAh,…..JanGAN KaU TeRUSkaN……

iA mAsIH diSIni,…..
bAunYa MasiH MeNgenDap,….
AkU TahU PErsis AromA WanginyA,…..
Ya,….ItU PasTI DiA,……
WANIta MalAM ITu,……

RaCun iTU mENjalAR ke TubuHnya,…..

SeMUa nya mEnaNyakaN diRInyA,…..
SuDAhlaH,…
BeRhEntilaH,…..
“Ya,…..taPi,….SeKOlaHpuN Aku TaK SaMPaI,…..”

aPA maLAm INi iA SeDAng KenCAn dENgan tAMu laNGganAnnya…..
MunGKin,.. IyA,…..
SEbab…..i.N.I mEnJelanG…..AKhiR buLAN….

SePErtinYA MalAm Ini Ia TersENyum RiAng,….KaRENa SudAh bisA MeMbelI SuSu BUAt AnAk nya.

MAnA WAnIta MAlAm itU,…..
YA,….PElAcur ITu,….
TaK TamPAk OleH SAWangku,…..
SudAH 2 HAri iNi iA MeNGhilANg…..

BarU 2 HAri Beli Susu,….Tp SuDah HabiS laGI,…..
BeSoK JugA haRUs bAyar UanG seKOlaH,…..
SaMPAi KapAN KetAbaHan INi,….                     

 

Arie_Tog

Diterbitkan di: on 30 November 2010 at 121130  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

Pada Siang Malam

2  3  5  5  5  5  5  5  6  7  5  5  32

5  6  7  7  6  56

3  2  2.  2  3  56 23 23 27

5.   6.   7.   5  6  7  6  72

Nadyan Silih,

Bapa biyung kaki nini

Sadulur myang sanak

kalamun, muruh tan becik

Nora pantes yen den nuto

Jika kau tak keberatan,

Malam ini kita akan berlayar dalam diam,

menentramkan nafas satu dalam lamanya,

Pelayaran ini akan terasa kejam,

Penuh larangan,

Sebab ancaman karam sangat besar,

Kita akan dibawa selama empat puluh malam,

Mengarungi tujuh lautan,

Bila benih itu jatuh ditanah yang gersang,

Ia hanya menghasilkan semak belukar,

Ia seolah melupakan dirinya sendiri,

Oh,,,,,! Seandainya kau berusaha,

Mencari rasa dicakrawala,

Kau tidak akan menemukannya,

Diatas bumi dan dibawah bentangan langit,

Tidak ada yang menyamainya,

Rasa adalah manis dilidah,

rabaan dikulit,

Sari disumsum,

Bau-bauan dihidung,

Makna dikepala,

Gerak dihati,

Penglihatan dimata,

Dijalan ada perjumpaan,

Dan sua kembali,

Tetapi kita berjalan sendiri sendiri,

Kubawa ragaku menempuh kemegahan,

kau mengira aku pergi,

Padahal,,,,,

Aku mengembara dihatimu.

Pelukis telanjang,

Menanggalkan pakaiannya,

Satu persatu,

Ia duduk bersila,

Menorehkan tinta pada bilik kelamnya.

Saat tubuh kekasih bersenggama dengan terkasih,

Dalam kilat kenikmatan,

ROH ditelan raga, padam.

Saat sekarat,

Bila pikiran penuh amarah,

Roh ditelan raga dan didekap dalam maut.

Tubuh dijadikan bait untuk berbicara pada ROH,

ROH yang mengembara pada siang dan malam,

Cinta adalah karya agung,

Yang mengubah raga menjadi nafas.

Oh,,,,,Apiku,

Aku mendengar dan berkenan,

Semoga ROH kita segera memadu cinta dengan tubuh kita!

Lihatlah, kata-katamu telah bersemi diragaku,

Dan perhatikanku menyuburkan wacanamu,

Dibalik sekat berkerawang,

Bidadari undur diri sebelum pudar,

Melangkah pada kain merah perlahan,

Rambut tergurai menyapu taman.

Diterbitkan di: on 15 Januari 2012 at 40131  Tinggalkan sebuah Komentar  

Diskusi Pagi Hari

Perempuan

Perempuan Malam

Saat aku terbangun dari pagiku, bersamanya.

Suara gaduh terdengar dari luar, aku tidak tahu suara siapa itu.

Aku mencoba keluar dan perlahan kubuka pintu kamarku.

Ternyata wajah-wajah yang tak asing bagiku.

Tak lama berselang, perempuan yang berada disampingku, menolehkan wajahnya.

Dan aku coba untuk hampiri dia, tapi bantal kumal dilemparkannya dimukaku.

Dan percakapanpun terjadi,

L = Ada apa denganmu, tiba-tiba saja kau lemparkan bantal kumal itu tepat dimukaku.

P = Diluar saja kan lebih enak, banyak pemandangan.

Ternyata kecemburuan menyelimuti dirinya, dalam hati Lelaki itu bertanya?

L = Apakah benar yang dirasakan olehnya ”CEMBURU”.

Diterbitkan di: on 29 November 2010 at 81130  Tinggalkan sebuah Komentar  

pErEmpUan

perEmpuAn maLAm

perEmpuAn

apAlaH aRti darI semUA iTu,iA teRuS menAngIs

keSucian kiAn memBelEnGgu dalam lanGkaH

akU seOraNg perEmpuaN malAm,

pErEmpuan yang SelalU menjaDi cIbIraN

cInta daN katA-kata hanYalah sebuah hiasAn

iA, diA toh akHirnya sAma saJA

mencAmpakAn diriKu, meniNggalkan ku tanPa arTi

tApI, deWa akaN tuRun kebUmi.

sekarAng atAu nanTi

aKu bukan peLacur muRahaN, akU punya RASa untuk berBAgi, berbGai kasIh denGAn seSama

Biarkan akU dalAm kesendirianku, melihaT bayang semU, bukaN aku.

Diterbitkan di: on 21 November 2010 at 71130  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags:

KESAKSIAN

Inilah sebuah kesaksian
Gaduh
Orang-orang menjerit liar
Sekarat
Terbakar dalam pertikaian
Membisu menunggu ketakpastian

Rumah-rumah telah hancur
Tak ada lagi pintu dan jendela
Harus kemana ratap disandarkan
Sementara ketentraman tak ada ditepi

Akankah matahari menghangus dalam genggamaan
Kata-kata bijak tak ada lagi
Hanyalah bualan pidato kumal berapi-api
Kepedihan tak tertahankan lagi

Tak ada lagi kesempatan dan mimpi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.